- Anggota DPRD Anambas Tinjau Pasien Korban Dugaan Keracunan Makanan di RSUD Palmatak
- Ungkap Kasus PMI Ilegal, Iptu Yuli Endra Terima Penghargaan Kapolresta Barelang
- Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit
- Halal Bihalal Gubernur Kepri di Anambas Larut Dalam Suasana Kebersamaan
- Kapolresta Barelang Dialog dengan Warga di Bengkong lewat Jumat Curhat
- Polsek Siantan Perkuat Sinergi dengan Awak Media
- Bupati Anambas: Pelayanan RSUD Tarempa Tipe C Jangan Muka Masam Namun Senyum dan Ramah
- Pemko Medan Dorong Inovasi Pelestarian Budaya Melayu
- Paskah, Jajaran Polsek Bengkong Lakukan Pengamanan Gereja
- Tampung Aspirasi, Polsek Bengkong Audiensi dengan Masyarakat
Jadikan Daya Tarik Pariwisata, Pemko Batam Terus Kembangkan Pulau Ngenang

Keterangan Gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama rombongan berkunjung ke Pulau Ngenang, Nongsa, Rabu (10/2/2021).
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mengembangkan pariwisata di Pulau Ngenang. Untuk itu, perlu terpenuhi Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi (3A), guna menjadikan daya tarik dan magnet sebagai tujuan wisatawan.
Penegasan untuk mengembangkan sektor pariwisata tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan Ngenang, Rabu (10/2/2021). Pengembangan pariwisata tersebut harus mulai dari mudahnya akses menuju Ngenang.
“Tadi ada usulan dari warga untuk membangun pelabuhan. Ini sudah ditegaskan Dinas Perhubungan Batam akan menjadi prioritas,” ujar Amsakar.
Selain akses, fasilitas di Pulau Ngenang juga perlu diperhatikan. Ia mengaku, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sudah mencanangkan adanya home stay yang dikelola masyarakat.
“Kalau ada home stay, wisatawan bisa tinggal lama di pulau ini,” ujarnya.

Keterangan gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau home stay di Pulau Ngenang.
Tak hanya pemerintah yang harus bergerak, ia menekankan masyarakat juga perlu sadar pariwisata. Dengan begitu, pariwisata di Pulau Ngenang benar-benar hidup dan bisa mendongkark ekonomi masyarakat.
“Kalau akses sudah bagus, home stay sudah ada, kemudian kita harus berfikir apa yang bisa dinikmati wisatawan di sini (Pulau Ngenang),” kata dia.
Ia mengatakan, perlu diperbanyak atraksi kesenian dan budaya. Sejauh ini, atraksi yang sudah berjalan seperti adanya pengrajin tenun dan batik. Amsakar juga mengungkapkan, melalui Musrenbang tingkat Kelurahan Ngenang sudah disinggung terkait atraksi kesenian dan kebudayaan.
“Kalau semua ini dilakukan, saya optimistis Pulau Ngenang jadi tujuan wisatawan,” ujarnya.

Keterangan gambar : Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbincang dengan tokoh masyarakat Pulau Ngenang.
Di lokasi sama, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, mengatakan keberadaan Aksesebilitas, Amenitas, dan Atraksi (3A) sangat penting dalam dunia pariwisata. Ia mengapresiasi di bawah pimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, pemerintah sangat fokus mengembangkan pariwisata.
“Apa yang disampaikan Pak Wakil (Amsakar Achmad) merupakan hal terpenting dalam pariwisata,” kata dia.
Ardi juga mengaku, untuk Pulau Ngenang, masih perlu adanya transportasi memadai sebagai modal transportasi bagi pengunjung. Ia bersyukur, fasilitas pendukung tersebut menjadi prioritas.
“Selain pelabuhan dan sebagainya, tadi juga diprioritaskan untuk membangun gedung sanggar di Pulau Ngenang. Ini akan menjadi pusat atraksi kesenian dan budaya di sana,” ujarnya.
Sementara itu, dalam Musrenbang di Kelurahan Ngenang, warga mengusulkan 41 kegiatan untuk tahun 2022. Dari usulan warga tersebut, beberapa prioritas di antaranya, pembangunan Kantor Lurah Baru. Kemudian, pembangunan dermaga apung di RT 01/RW 01, prioritas ketiga pelantar beton di RT 04/RW 01.
Tak hanya itu, warga juga butuh dermaga beton sepanjang 80 meter di Pulau Kubung dan Pulau Todak. Total, ada 41 usulan yang disampaikan untuk dikerjakan 2022.


















































