- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Huzrin Minta Pemprov Kepri Lebih Pro Rakyat

MELAYUNEWS.COM,TANJUNGPINANG- Peringatan hari Marwah Provinsi Kepri ke 23 tahun 2025, digelar sederhana, Kamis (15/5/2025). Berbeda dengan peringatan tahun sebelumnya, peringatan kali ini hanya menghadirkan refleksi perjalanan Provinsi Kepri, diskusi, ramah tamah di Nelayan Restoran dan beberapa kegiatan sosial.
Ketua Umum Yayasan BP3KR, Huzrin Hood SH MH MPdi mengatakan BP3KR akan terus mengawal proses pembangunan daerah. Sebagai salah seorang pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin menilai ada beberapa kebijakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri, mau pun Kabupaten/kota se Kepri selama ini terkesan belum berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Akhirnya, imbas kebijakan tersebut, rakyat terkena dampak. Contoh kebijakan tersebut, tertuju pembangunan pusat pemerintahan Pemprov Kepri ke pulau Dompak. Dari sisi pembangunannya, tentu dinilai bagus. Karena aktivitas pemerintahan terpusat di suatu lokasi.
Namun, dari sisi kepentingan masyarakatnya, pembangunan membuat rakyat rugi. ''Kita bisa lihat selama ini, aktivitas pemerintahan Pemprov Kepri di Dompak, Pemko Tanjungpinang di Senggarang, Pemkab Bintan di Bintan Buyu. Lantas, apa yang diperoleh rakyat, terutama pelaku Usaha Kecil? Mereka harus tertatih mencari peluang baru,''kata Huzrin, saat menyampaikan kata sambutan kegiatan diskusi Peringatan Hari Marwah tahun 2025, di Balroom Hotel Asrama Haji Tanjungpinang, Kamis (15/5/2025).
Cita-cita dan tujuan pembentukan provinsi Kepri, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbekal semangat inilah, katanya Kepulauan Riau harus berdiri sendiri tanpa campur tangan Pemprov Riau saat itu. Bersama para pejuang pembentukan provinsi Kepri, dan rakyat Kepri, mendesak Provinsi Riau rela melepas Kepri, yang awalnya salah satu wilayah kabupaten di Riau.
Perjuangan tidak sampai disitu, bersama rakyat Kepri, berjuang di tingkat pusat. Rakyat Kepri mendesak DPR-RI, Kementrian terkait serta Lembaga lainnya, segera mengesahkan pembentukan Provinsi Kepri. Akhirnya, perjuangan itu membuahkan hasil.
''Provinsi Kepri terbentuk. Hasil pemekaran Provinsi induk Riau. Hingga saat ini, provinsi Kepri telah memasuki umur 23 tahun,''terangnya.
Dalam kesempatan ini, pria yang juga pernah menjabat Bupati Kepri dan Ketua DPRD Kepri (sebelum Provinsi Kepri terbentuk-red) ini, berharap dalam membuat kebijakan dan menetapkan rencana pembangunan daerah, Pemprov Kepri beserta Pemkab/Pemko, benar-benar mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Rencana pembangunan yang mengarah belum berpihak rakyat, jangan dulu dilaksanakan. ''Kita melihat masih banyak rakyat Kepri, khususnya yang jauh dari pusat kota, membutuhkan perhatian. Terlebih, daerah Kepri mayoritas wilayah perairan. Mari kita pokus untuk memberi perhatian kepada mereka,''katanya. (red)




















































