- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
Hanyut Terbawa Arus Parit, Balita Meninggal di Tanjungsengkuang

Keterangan Gambar : Jenazah Rizki ketika ditemukan oleh tim SAR dan gabungan, Sabtu(25/3/2023).
MELAYUNEWS.COM, BATAM - Bocah laki-laki bernama Riski (4 tahun) dinyatakan meninggal dunia setelah sempat hilang hanyut terseret arus parit di RT 04/RW 01 Blok E, Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (25/3/2023) siang.
Menurut informasi di lapangan, korban hanyut terseret arus parit saat main hujan-hujanan, sekitar pukul 14.15 WIB. Lagi asyik main hujan, korban tiba-tiba terpeleset jatuh ke parit lalu hanyut. Arus parit waktu itu sedang kuat dan tengah hujan deras.
Kabar meninggalnya korban disampaikan Komandan Pos Search and Rescue (SAR) Batam, Tengku Reza. Ia menuturkan, korban ditemukan dalam keadaan mengambang sekitar 1,5 mil dari lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa, ada seorang anak terbawa arus drainase di Tanjungsengkuang, Batam pada koordinat 1°10'1.94"U 104° 0'55.39" Timur. Kemudian tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi,” ujarnya.
Dalam peristiwa ini, kata dia, pihaknya menurunkan sedikit enam orang dari Tim Rescue Pos SAR Batam. Selain itu, pihaknya juga menerjunkan Rescue Car D-Max dan membawa perahu karet.
“Kami melibatkan tim gabungan dari Kansar Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Polsek Batuampar, Tagana Batam dan masyakarat sekitar,” sebutnya.
Mendapat informasi itu, Tim Rescue Kantor pencarian dan pertolongan atau Basarnas Pos Batam telah turun ke lokasi mencari korban.
“Dengan ditemukannya korban sekitar pukul 22.05 WIB, operasi pencarian kondisi membahayakan manusia dinyatakan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ujar dia.
Tengku Reza mengimbau kepada para orang tua agar menjaga anaknya. Terutama di saat musim penghujan seperti sekarang.
“Orang tua harus mengawasi anak-anaknya. Apalagi saat hujan,” ucapnya.
Sebelumnya dilaporkan, Arief Danu Purboyo, warga sempat menyampaikan, kejadian bermula saat korban yang merupakan anak pertama dari Rafi ini sedang main hujan-hujanan lepas salat Zuhur. Namun, tiba-tiba terpeleset jatu ke parit.
Saat kejadian, kedua orangtuanya sedang bekerja. Riski dirumah kakeknya itu bersama omnya bernama Dika.
“Lagi hujan deras tadi, jatuh langsung hanyut,” kata pria yang juga sebagai Ketua RT 002/RW 012 Blok F itu.
Terpisah, Kapolsek Batuampar, Kompol Dwihatmoko Wiroseno membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Ia betul. Tadi ada laporan dari warga. Saat ini anggota sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Moko seperti dikutip dari Batam.id. (Batam.id/red)
















































