- Ini Penjelasan Panpel AFF Sumut Soal Stadion Teladan Gelar Laga Tanpa Penonton di 2026
- Siloam Medan Clinical Update 2026 Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia
- Idul Adha 1447 H, PT Raya Padang Langkat Salurkan Hewan Kurban di Langkat dan Aceh Tamiang
- Makin Panas! Rektorat USU Dituding Campuri Urusan Gereja, Stafsus Menag Diminta Turun ke Medan
- Klarifikasi Pemko Batam: Tidak Ada Pernah Persetujuan Berjualan di ROW, Proses Penertiban Sesuai Aturan
- Jelang Idhul Adha, DPPP Anambas Cek Kesehatan Hewan Qurban
- Rektorat USU Ngotot Kosongkan Gereja POUK, MUKI Sumut Bongkar Bukti Sah PGI
- Aneng Batalkan Beli Mobil Dinas, Pilih Beli Ambulan untuk Masyarakat
- Aneng Serahkan Mobil Bantuan kepada Warga Desa Tarempa Barat
- Bupati Aneng Berharap Sepakbola di Anambas Cepat Berkembang
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ketua Komisi II DPRD Anambas Minta Pemkab Amankan Stok Sembako

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi cuaca di wilayah Anambas mulai memasuki angin kencang serta gelombang tinggi, bahkan pada Sabtu (29/11/2025) lalu, pelayaran Ferry VOC atau Seven Star telah dibatalkan berlayar karena kondisi cuaca yang buruk.
Kondisi cuaca buruk seperti ini memang selalu terjadi pada saat memasuki akhir tahun, yang mana biasanya masyarakat Anambas menyebutnya musim Utara.
Belajar dari tahun tahun sebelumnya, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Ayub mendorong Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah mitigasi (mengamankan) bahan pokok sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.
Menurut Ayub, kondisi cuaca ekstrem sudah mulai terasa dan berpotensi semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda langkah pengamanan stok bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat.
“Sekarang sudah masuk cuaca ekstrem. Kita tidak bisa menebak, dari sekarang bahan pokok harus disediakan,” ujar Ayub, Minggu (30/11/2025)
Ia menjelaskan, bahwa daerah kepulauan seperti Anambas sangat bergantung pada transportasi laut dalam memasok kebutuhan pokok sehari-hari. Ketika kapal tidak bisa berlayar, pasokan bahan pokok otomatis terhenti.
Jika hal itu terjadi, masyarakat akan langsung merasakan dampaknya, mulai dari berkurangnya stok hingga melambungnya harga sejumlah bahan pokok. Kondisi seperti ini, menurutnya, selalu berulang setiap musim cuaca ekstrem.
“Kondisi ini harus tanggap, jangan sampai setiap tahun berulang-ulang harga naik, stok kosong karena transportasi. Itu alasan klasik,” tegasnya.
Langkah preventif menjadi solusi terbaik. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan distributor demi memastikan ketersediaan stok sembako tercukupi selama cuaca ekstrem.
Ayub juga meminta agar mitigasi bahan pokok dilakukan secara terukur dan tetap diawasi dengan ketat agar tidak menimbulkan praktik yang merugikan masyarakat.(ferenki)


















































