Hadapi Cuaca Ekstrem, Ketua Komisi II DPRD Anambas Minta Pemkab Amankan Stok Sembako
Reporter : MELAYUNEWS.COM 01 Des 2025, 21:20:58 WIB ADVERTORIAL
Hadapi Cuaca Ekstrem, Ketua Komisi II DPRD Anambas Minta Pemkab Amankan Stok Sembako

Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Anambas, Ayub.


MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kondisi cuaca di wilayah Anambas mulai memasuki angin kencang serta gelombang tinggi, bahkan pada Sabtu (29/11/2025) lalu, pelayaran Ferry VOC atau Seven Star telah dibatalkan berlayar karena kondisi cuaca yang buruk.

‎Kondisi cuaca buruk seperti ini memang selalu terjadi pada saat memasuki akhir tahun, yang mana biasanya masyarakat Anambas menyebutnya musim Utara.

‎Belajar dari tahun tahun sebelumnya, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Anambas, Ayub mendorong Pemerintah Daerah untuk mengambil langkah mitigasi (mengamankan) bahan pokok sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.

‎Menurut Ayub, kondisi cuaca ekstrem sudah mulai terasa dan berpotensi semakin memburuk dalam beberapa hari ke depan. 

‎Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda langkah pengamanan stok bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat.

‎“Sekarang sudah masuk cuaca ekstrem. Kita tidak bisa menebak, dari sekarang bahan pokok harus disediakan,” ujar Ayub, Minggu (30/11/2025)

‎Ia menjelaskan, bahwa daerah kepulauan seperti Anambas sangat bergantung pada transportasi laut dalam memasok kebutuhan pokok sehari-hari. Ketika kapal tidak bisa berlayar, pasokan bahan pokok otomatis terhenti.

‎Jika hal itu terjadi, masyarakat akan langsung merasakan dampaknya, mulai dari berkurangnya stok hingga melambungnya harga sejumlah bahan pokok. Kondisi seperti ini, menurutnya, selalu berulang setiap musim cuaca ekstrem.

‎“Kondisi ini harus tanggap, jangan sampai setiap tahun berulang-ulang harga naik, stok kosong karena transportasi. Itu alasan klasik,” tegasnya.

‎Langkah preventif menjadi solusi terbaik. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan distributor demi memastikan ketersediaan stok sembako tercukupi selama cuaca ekstrem.

‎Ayub juga meminta agar mitigasi bahan pokok dilakukan secara terukur dan tetap diawasi dengan ketat agar tidak menimbulkan praktik yang merugikan masyarakat.(ferenki) 





Komentar Facebook

Komentar dengan account Facebook

;