- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Gubernur Kepri Tandatangani Kerjasama dengan PT SMI Persero, Cair Rp 162 miliar

Keterangan Gambar : Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (dok)
MELAYUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, resmi melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero pada, Rabu (31/8/2022) lalu.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama direksi PT SMI Persero di Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kepri, Venni Meitaria Detiawati, menyampaikan, dari total pinjaman sebesar Rp 180 miliar, dana yang dicairkan oleh PT SMI Persero yaitu sebesar Rp 162.087.178.360.
“Anggaran yang dicairkan itu sesuai dengan kontrak SMI,” katanya, Kamis (1/9/2022).
Dia menjelaskan, dana pinjaman itu diperuntukkan bagi 7 proyek strategis di kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Yaitu, pembangunan Flyover Simpang Ramayana dengan nilai pinjaman sebesar Rp 48,321 miliar.
Selanjutnya, pembangunan pedestrian dan penataan median jalan bandara RHF Tanjungpinang dengan nilai pinjaman Rp 33,765 miliar, pembangunan jalan lingkar pesisir Kota Tanjungpinang dengan nilai pinjaman Rp 15 miliar.
Kemudian, penataan jalan kawasan Ibu Kota Tanjungpinang di Dompak dengan nilai pinjaman Rp 5 miliar, penataan kawasan Kota Lama Tanjungpinang dengan nilai pinjaman Rp 10 miliar.
Selanjutnya, rehabilitasi Gedung Workshop di Kabupaten Karimun dengan nilai pinjaman Rp 10 miliar, dan pembangunan integrasi dermaga pelantar 1 dan pelantar 2 Kota Tanjungpinang dengan nilai pinjaman sebesar Rp 40 miliar.
Sedangkan untuk besaran bunga pinjaman tersebut, sambungnya yakni sebesar 6,56 persen.
“Pengembalian dana pinjaman itu menggunakan kombinasi PAD dan DAU,” jelasnya.
Sebelumnya, terkait pengembalian dana pinjaman tersebut, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan, pengembaliannya akan dilakukan selama 2 tahun anggaran.
“Supaya tak membebani pemimpin ke depan, kita selesaikan di tahun 2024,” sebutnya, usai Rapat Paripurna penyampaian KUA PPAS APBD Kepri tahun 2023, Senin (15/8/2022).
Waktu itu, Ansar menyampaikan, dalam RKUA PPAS APBD Kepri tahun 2023, pengembalian dana pinjaman tersebut sudah masuk dalam proyeksi anggaran belanja.
“Tahun 2023 sudah kita anggarkan Rp 90 miliar, nanti di tahun 2024 Rp 90 miliar lagi,” pungkasnya. (haka/red)




















































