- Dekranasda Pantau Perkembangan UMKM dan IKM di Tiga Desa
- Kajari Anambas Ajak Insan Pers Kolaborasi Secara Positif
- Tim Wasrik dan Evaluasi Mabes AD Tinjau Pelaksanaan TMMD Kecamatan Siantan Utara
- Kajati Kepri Resmikan Gedung Kejari Anambas Minta Pelayanan Profesional dan Humanis
- Komisi II DPRD Kepulauan Anambas Tinjau Lahan Hibah untuk Pembangunan Perum Bulog
- Kapolsek, Kanit Intelkam Bengkong dan Nelayan Temukan Remaja Tenggelam di Alur Laut Tanjung Buntung
- Keracunan Makanan, BGN Tutup Dapur MBG Desa Air Asuk
- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
- TMMD TNI Manunggal Mulai Digelar di Desa Mubur
- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
Gubernur Kepri Buat Terobosan Cetak Administrasi Lewat Online Pakai Barcode

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra (kiri), sambut kedatangan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (kanan), di Pelabuhan Sri Siantan, Tarempa. Foto/Jhon/KORANBATAM.COM
KORANBATAM.COM - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengaku sudah mendengar keluhan para guru yang ada di Natuna, Anambas, dan Lingga. Para guru yang akan ikut sertifikasi merasa kesulitan karena jarak tempuh daerah sangat jauh dan costnya sangat tinggi.
Untuk mengatasi hal itu, Ansar membuat terobosan baru yakni melayani administrasi secara online. Nanti Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri akan kerjasama dengan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk membuat pekerjaan lebih mudah.
“Nanti kita coba buat terobosan dengan membuat pelayanan secara online. Bisa saja dibuat barcode dan administrasi bisa di print di daerah, tanpa guru harus datang ke provinsi. Nanti tentunya, akan ada kerjasama dengan Kominfo untuk melaksanakan program tersebut,” kata Ansar Ahmad kepada media ini, Senin (5/4/2021).
Ansar juga menambahkan bahwa, pihaknya akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di tiga Kabupaten yakni, Natuna, Anambas, dan Lingga. UPT tersebut untuk mempermudah segala urusan pendidikan yang ada di Kepri.
Ansar menyatakan bahwasanya, dunia pendidikan sangat penting sehingga perlu kerjasama antara semua pihak agar permasalahan yang ada bisa dicarikan solusi yang tepat.
“Perlu kerja keras dan kerjasama semua pihak, agar masalah pendidikan ini bisa teratasi. Kami akan berupaya semaksimal mungkin, untuk itu termasuk pembentukan UPT Dinas Pendidikan tadi, agar masalah administrasi bisa lebih mudah kedepannya,” ujarnya mengakhiri.
(jhon)

















































