- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
- Warga Batam Merapat, Ada Tempat Hangout 24 Jam Baru dengan Kapasitas Ratusan Orang Plus Videotron Canggih Cocok untuk Nobar
- Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri Mutasi, Berikut Nama dan Jabatan Barunya
- Upacara Peringatan Hari Jadi ke 18, Bupati Anambas Ajak Sebagai Refleksi Tantangan Pembangunan
- Maraknya Aksi Pencurian Fasilitas Publik, Polisi Warning Pengusaha Scrap
- Polda Kepri Gelar Lomba Dayung Sampan dan Ketinting
- Penginapan RedDoorz Cikitsu Sempat Dikepung Massa Polisi Gerak Cepat
- Nekat! Warung Dekat Polsek Nongsa Dibobol Maling, 10 Tabung Elpiji 3 Kg Lenyap
Dokter Hewan Karantina Pantau Terus Kesehatan Hewan Kurban

Keterangan Gambar : Petugas kesehatan dari Karantina Tanjungpinang saat melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Anambas, Jumat (12/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang yang bertugas di Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban yaitu sapi yang masuk dari Natuna di Tanjung Momong Desa Tarempa Timur pada Jumat, 12 Mei 2023.
Dokter Hewan dari Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Pinang, Reza Mahlevi mengatakan, bahwa dari hasil pemeriksaan secara fisik, kondisi hewan tersebut terlihat sehat dan secara fisik terlihat segar.
" Dari pemeriksaan mulut dan kuku sebagai gejala klinis penyakit mulut dan kuku tidak terlihat ada luka-luka yang mengindikasikan penyakit mulut dan kuku dan secara umum suhu tubuhnya normal jadi secara fisik hewan ini bisa dinyatakan sehat," ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa pihak Karantina akan terus memantau perkembangan hewan tersebut selama 14 hari kedepan dan kalau memungkinkan akan mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium agar dapat dipastikan bahwa hewan tersebut benar- benar sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
" Kita akan terus memantau selama 14 hari, jika memungkinkan kita akan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium agar hewan tersebut benar- benar bisa dinyatakan sehat dan aman untuk dipergunakan pada saat Idul Adha nanti," jelasnya.(Johanda)




















































