- Wakil Bupati Anambas Nonton Bareng Piala Dunia bersama Warga
- Bupati Aneng Minta Jadi Pejabat Jangan Korupsi
- Kasus Penganiayaan di Rusun Polda Kepri Masuk Persidangan, Kuasa Hukum Tiga Tersangka Siapkan Pembelaan Maksimal
- Star Energy dan KUFPEC Gelar Pelayanan Medis Gratis bagi Warga Jemaja
- Potensi Baru Cadangan Migas ada Tiga Titik Utama yang Dicari di Laut Natuna
- Kajari Imbau ASN Pemkab Anambas Waspada Oknum Catut Nama Kejaksaan
- Warga Tanjung Pandak Keluhkan Seringnya Pemadaman Listrik Terjadi
- Polsek Siantan Salurkan 50 Karung Beras kepada Buruh Angkut Pelabuhan
- Polda Kepri dan Satnarkoba Polresta Barelang Ungkap 10 Kasus Narkotika, Amankan 13 Tersangka
- Orang Tua Kecewa, Kelulusan SPMB SMA Hanya Bertumpu pada Nilai TKA, Minta Digabung dengan Nilai Rapor
Dirjen Kemendikbud Gelar Standardisasi Museum Raja Ali Haji

Keterangan Gambar : Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menjelaskan isi di dalam Museum Batam Raja Ali Haji, kepada Ditjen Kemendikbud, saat kunjungan.
KORANBATAM.COM - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar kegiatan standardisasi dan sosialisasi pedoman standardisasi museum untuk Museum Batam Raja Ali Haji, Batamcenter, Batam, Selasa (20/4/2021).
Pendamping kegiatan standardisasi dan sosialisasi pedoman standardisasi museum, Siswanto, mengatakan, kontribusi Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk Museum Batam Raja Ali Haji dinilai luar biasa. Ia berharap, koleksi terus ditambah dan dilengkapi narasinya sehingga musuem tersebut makin baik.
“Museum era sekarang bukan seperti dulu, asal taruh barang selesai, harus dikembangkan. Misalnya, ditambah suvenir untuk menandakan turis tersebut sudah datang ke Museum Batam,” kata Siswanto.
Sementara, Kurator Museum Purna Bhakti Pertiwi, Gunawan Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa, secara sarana fisik, Museum Batam Raja Ali Haji representatif dan bisa lebih komplet, namun diperlukan ruang konservasi yang didukung untuk memastikan koleksi terjaga, menyiapkan tenaga ahli konservator, ada ruang audio visual yang menyajikan informasi inspiratif, serta ruang fasilitas publik untuk memberikan rasa nyaman untuk tempat bersantai.
“Bisa disediakan kursi nyaman, tempat pengunjung duduk untuk merelaksasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik kedatangan tim yang mengemban tugas dari Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kemendikbud ke Museum Batam Raja Ali Haji tersebut.
Menurutnya, hal itu sudah layak karena museum tersebut sudah didaftarkan ke Kemendikbud bersama 475 museum lainnya di Indonesia.
Kemudian, sambung dia, isi dari museum ini, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.
“Hari ini (kemarin), Kemendikbud pertama kali menilai Museum Batam Raja Ali Haji apakah digolongkan A, B, atau C,” kata Ardi.
Ardi akan terus mengembangkan musuem tersebut ke depannya agar menjadi museum berbasis digital. Kemudian, museum ini didukung dengan lokasi yang strategis berada di pusat Kota Batam dekat dengan pelabuhan internasional, hotel, dan pusat perbelanjaan.
Ardi juga akan terus mendorong untuk mengembangkan museum mulai dari koleksi museum sampai atraksi di museum.
“Museum Batam Raja Ali Haji bersifat universal dan kita akan dorong kedepannya Batam punya museum tematik,” terangnya.
Kota Batam juga memiliki potensi budaya dan pariwisata, atas dasar itu museum ini menggambarkan sejarah tentang Batam.
“Kita akan gali terus tentang Makam Temenggung Abdul Jamal dan Nong Isa, karena museum kita tidak akan meninggalkan sejarah,” ujarnya.
















































