- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
BPBD Anambas Evakuasi Batu Besar Berpotensi Tergelincir Karena Tergerus Air

Keterangan Gambar : Tim Terpadu Tanggap Darurat cek lokasi rawan longsor, Rabu(22/11/2023).
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Anambas mengevakuasi batu besar yang ada di sekitar kawasan SMPN 02 Tarempa, Rabu (22/11/2023).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Madison, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Sulaiman, memberikan penjelasan terkait hal ini.
Sulaiman mengatakan, kegiatan ini berdasarkan laporan dari pemilik lahan yang meminta bantuan dalam evakuasi batu tersebut karena berpotensi bahaya bagi masyarakat baik yang dibawah maupun yang diatas, maka dari itu pihaknya bersama dengan Dinas PU bekerjasama dengan masyarakat untuk mengevakuasi batu besar tersebut.
"Karena situasi yang saat ini curah hujannya cukup tinggi, batu besar yang dekat pemukiman warga itu tergerus air sehingga berpotensi untuk tergelincir. Kalau yang diatas itu berpotensi bahaya longsor bagi rumah dan kalau yang dibawah ini tentunya berpotensi untuk tertimpa jatuhan batu tersebut," ucap Sulaiman.
Sulaiman juga menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan TNI - Polri untuk menjaga keamanan agar proses evakuasi batu tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Untuk prioritas batu yang akan dievakuasi, lanjutnya, saat ini berfokus pada dua titik utama yang memang kondisi batu tersebut sudah masuk ke badan jalan dan berpotensi untuk tergelincir.
"Untuk sementara kita fokus pada dua batu ini, nanti kita tanya juga ke tukang batu yang akan mengerjakannya apakah ada batu-batu lain yang harus dievakuasi," ujar Sulaiman.
Dijelaskannya juga, proses pengerjaan evauasi batu tersebut dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibakar terlebih dahulu lalu di pecah menjadi potongan-potongan kecil dan estimasi pengerjaannya memakan waktu sekitar empat hari.
"Setelah batu dievakuasi, pemilik lahan akan membuat batu miring karena ini adalah lahan pribadi yang otomatis pengelolaannya kita serahkan kepada pemilik lahan," jelas Sulaiman.















































