- Hari Kesaktian Pancasila, Aneng Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Luhur Pancasila
- Bupati Aneng Serahkan Bantuan Perlengkapan Anak Didik di SMPN 2 Siantan
- Runtuhkan Sekat Perbedaan, GRIB Jaya dan Gagak Hitam Satu Suara Jaga Bumi Melayu
- Pembangunan Ruas Jalan Desa Tiangau Tahap Pengerjaan Lantai
- Misteri Pemasok Sabu 15 Kg di Langkat: HP Kurir Disita, Bandar Tak Kunjung Ditangkap
- Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Anambas dengan Insan Media Gelar Edukasi
- Enam Hari Tanpa Kabar, PWI Kepri Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang
- THM Bersedia Kerjasama Polisi Persempit Pergerakan Narkotika di Anambas
- Kajari Anambas Lantik Dua Pejabat Struktural
- Krisis Air Bersih, Kajari Anambas Terjun Langsung Bantu Distribusi Air kepada Warga
Belasan Tahun Warga Perumahan Buana Vista tahap Pertama Tak Nikmati Layanan Air Bersih 24 Jam

Keterangan Gambar : Sejumlah warga Buana Vista tahap pertama, Batam melakukan aksi karena air tak mengalir 24 jam, Sabtu (6/5/2023).
MELAYUNEWS.COM, BATAM – Hampir 14 tahun lamanya, warga di perumahan Buana Vista tahap Pertama Batam Center mengeluhkan tidak mengalirnya aliran bersih pada jam normal.
Mengingat, aliran air bersih hanya bisa dinikmati oleh warga pada pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB setiap harinya. Walhasil, warga terpaksa harus begadang guna menampung air bersih.
"Kami resah, sejak tahun 2009 hingga kini kami sangat mendambakan merasakan layanan air bersih seperti warga lainnya selama 24 jam. Kami ini konsumen resmi juga," terang warga saat berorasi.
Warga pun meminta agar Pemerintah Daerah serta Pengelola air Bersih di Batam bisa mendengarkan keluhan warga. Sehingga bisa segera mungkin mendapatkan solusi yang terbaik.
"Kalau dari pemerintah daerah mau menyediakan layanan tanki air pada siang pagi atau siang hari setiap harinya pun, kami sangat siap dan mau," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Budiman, warga lainnya yang meminta agar Pemerintah bisa mengambil tindakan tegas jika pengelola air bersih yang saat ini ada tidak mampu untuk menjalankan tugasnya.
"Kami Minta perhatikan warga Bapak dan Ibu. Kami semua memiliki KTP Batam, kenapa layanan air bersihnya seperti kami ini warga Ilegal. Jika alasannya tidak maksimal kinerja pengelola air bersih saat ini, kenapa tidak ditindak tegas saja. Ganti saja dengan yang bisa dan sanggup. Jangan korbankan kami, warga Bapak dan Ibu," tegasnya.
Sementara itu, Ramadhan Ginting, Ketua RT 4/RW 26 mengaku sangat menyayangkan layanan air bersih yang diberikan pengelola air bersih saat ini.
Pihaknya pun berharap Pemerintah Daerah dalam hal ini Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemerintah Kota Batam untuk tidak menutup mata, atas tidak terlayaninya 250-an kepala keluarga (KK) di perumahan Buana Vista tahap Pertama Batam Center akan layanan air bersih.
"Aksi yang kami lakukan hari ini, masih tahap awal sekaligus sebagai bentuk meminta perhatian dari Pemerintah Daerah. Namun, jika apa yang dilakukan hari ini tidak juga dilirik pihaknya 'mengancam' bakal menduduki kantor BP Batam serta kantor SPAM Batam hingga mendapatkan solusi terbaik," tegasnya.
“Kalau perlu, kami akan ‘duduki’ kantor SPAM Batam sampai kami mendapatkan solusi yang terbaik bagi warga kami. Kami ini membayar atau membeli air bersih dari SPAM Batam, tapi kenapa kami hanya menikmati aliran air bersih hanya malam hari saja,” tambahnya. (red)















































