- Begini Dampak Positif MBG yang Dirasakan Masyarakat Anambas
- Hino Faisal: Jadikan Momentum Hari Kemerdekaan untuk Merajut Persatuan dan Kebersamaan Membangun Anambas
- Pesan Ketua Tim Penggerak PKK Memaknai Kemerdekaan dengan Penuh Tanggungjawab Menjaga Persatuan
- Bupati Anambas Ajak Warga Menjaga Persatuan dan Kebersamaan
- DPRD Anambas Paripurnakan Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS
- Anggota DPRD Anambas Minta Pemerintah Gerak Cepat Bantu Warga Jemaja yang Krisis Air Bersih
- Wakil Wali Kota Medan Terima Audiensi Sultan Deli, Bahas Kenduri Diraja Hingga Revitalisasi Istana Maimun
- Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi, Lanal Tarempa Gandeng Insan Pers
- Dayang Nan Tujuh Menggetarkan Gedung Kesenian Jakarta
- Hadiri Forum Konsultasi Publik, PWI Tanjungpinang Dorong Kualitas Pelayanan Informasi Publik
Asah dan Tingkatkan Keterampilan Penegakan Hukum di Laut, Satrol Lantamal IV Gelar Latihan VBSS

Keterangan Gambar : Prajurit Satrol Lantamal IV mengasah keterampilan dalam latihan VBSS di laut. /Ilham
KORANBATAM.COM - Guna meningkatkan keterampilan dan pemahaman prosedur menegakan hukum di laut, Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV (Satrol Lantamal) IV menggelar latihan Visit, Board, Search And Seizure (VBSS).
Latihan tersebut dilaksanakan di dua lokasi yakni di Markas Komandan (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang dan perairan Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), selama empat hari sejak, 15-18/2/2021) lalu.
Komandan Satrol (Dansatrol) Lantamal IV, Letkol Laut (P) Arif Prasetyo, dan juga sebagai perwira penyelenggara latihan VBSS TW I Tahun 2021, mengatakan bahwa latihan itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, dan pemahaman prosedur dalam kegiatan VBSS bagi Prajuirt Satrol Lantamal IV dalam rangka menegakan hukum di laut.
“Pelaksanaannya dengan macam-macam latihan teknis dan taktis pasukan. Sasaran dari latihan ini adalah, tercapainya pemahaman tentang teknik dan prosedur pada saat kegiatan VBSS, kemudian terwujudnya penguasaan keterampilan yang benar, baik secara individu maupun kelompok tentang,” ujar Letkol Laut (P) Arif, Rabu (24/2/2021).
Adapun metode yang digunakan, dalam sesi latihan tersebut ialah dengan diskusi, demostrasi, drill, latihan jasmani dan gladi lapangan serta sifat latihan satu pihak dikendalikan.
Sementara, materi latihan yang diberikan terdiri dari perencanaan misi, boarding atau cara naik kapal, pertempuran jarak dekat, pergerakan diatas kapal (ship movement), penanganan terhadap tahanan, penyiapan dan pengendalian sekoci (perahu penyelamat).
(ilham)

















































