- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
- Kapolda Kepri Berikan Dukungan Moril kepada Jajaran di Daerah Perbatasan
- Dekranasda Pantau Perkembangan UMKM dan IKM di Tiga Desa
- Kajari Anambas Ajak Insan Pers Kolaborasi Secara Positif
- Tim Wasrik dan Evaluasi Mabes AD Tinjau Pelaksanaan TMMD Kecamatan Siantan Utara
- Kajati Kepri Resmikan Gedung Kejari Anambas Minta Pelayanan Profesional dan Humanis
- Komisi II DPRD Kepulauan Anambas Tinjau Lahan Hibah untuk Pembangunan Perum Bulog
- Kapolsek, Kanit Intelkam Bengkong dan Nelayan Temukan Remaja Tenggelam di Alur Laut Tanjung Buntung
- Keracunan Makanan, BGN Tutup Dapur MBG Desa Air Asuk
- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Dampak El Nino, Bupati Gelar Rakor

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Jumat (25/08/2023) lalu.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Sehubungan dengan dampak El Nino dan Cuaca Ekstrem yang melanda Indonesia khususnya daerah perbatasan Kepulauan Anambas.
Bupati Kepulauan Anambas menggelar Rapat Koordinasi dengan Forkopimda, Kepala OPD dan Instansi Vertikal untuk mengantisipasi dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak El Nino dan Cuaca Ekstrem di Kepulauan Anambas.
Rapat Koordinasi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Jumat (25/08/2023) lalu.
Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan, Rapat Koordinasi ini penting dan sangat strategis dilakukan mengingat keadaan dan situasi perubahan cuaca yang semakin hari menunjukkan kearah yang mengkhawatirkan.
"Untuk itu kita perlu kesiapsiagaan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan dampak el nino ini," ucap Abdul Haris.
Untuk itu, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris meminta kepada seluruh Stakeholder terkait untuk waspada dan siaga dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana akibat dampak El Nino ini.
"Kita harus mengantisipasi sejak dini bagaimana cara-cara persiapan kita secara strategis dalam menghadapi dampak dari El Nino ini," pungkas Abdul Haris.
Ia juga berpesan, selain langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi, kita juga harus membuat langkah-langkah secara spiritual.
"Saya berharap, disamping kita berupaya secara fisik kita juga harus berupaya secara spiritual karena antara fisik kinerja kita kalau tidak diimbangi doa dan tidak direstui oleh yang Maha Kuasa akan menjadi sia-sia. Keyakinan ini saya kira suatu kekuatan yang mesti harus menjadi bagian dalam kita menghadapi cuaca ekstrem dan dampak El Nino," harap Abdul Haris.
Sementara itu, Kepala Opt Stasiun Meteorologi Tarempa, Samuel Sidauruk menjelaskan dampak yang terjadi akibat El Nino dan cuaca ekstrem ini.
Ia menyampaikan bahwa, ada empat faktor utama yang menyebabkan cuaca ektrem ini terjadi, salah satunya adalah El Nino.
Terkait dengan El Nino yang kita hadapi saat ini, sudah diprediksi bahwa sepanjang tahun 2023 El Nino ini masuk dalam kategori lemah sampai moderat dan berdasarkan update terakhir El Nino yang kita hadapi ini diprediksi berada pada kategori moderat sampai akhir Desember 2023.
"El Nino ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat karena secara defenisinya itu anomali yaitu suhu muka laut di wilayah pasifik tengah dan barat yang menyebabkan di wilayah Indonesia itu kekurangan pasokan suplay air karena semuanya itu tertarik ke wilayah pasifik tengah dan barat sehingga dampak El Nino di Indonesia itu biasanya akan mengakibatkan curah hujan yang rendah," ujar Samuel Sidauruk.
Ia juga mengungkapkan bahwa curah hujan untuk tiga bulan kedepan dimulai pada bulan September di wilayah Kepulauan Anambas diperkirakan curah hujannya rendah sampai menengah.
"Update terakhir kemarin menunjukan tidak ada titik panas yang terpantau di Anambas tetapi kalau kita perhatikan di Jawa dan Kalimantan sudah ada tanda-tanda rawannya titik panas yang berpotensi mengakibatkan kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan," ungkap Samuel Sidauruk. (Johanda)

















































