- PKK Anambas Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip
- Kapolda Kepri Berikan Dukungan Moril kepada Jajaran di Daerah Perbatasan
- Dekranasda Pantau Perkembangan UMKM dan IKM di Tiga Desa
- Kajari Anambas Ajak Insan Pers Kolaborasi Secara Positif
- Tim Wasrik dan Evaluasi Mabes AD Tinjau Pelaksanaan TMMD Kecamatan Siantan Utara
- Kajati Kepri Resmikan Gedung Kejari Anambas Minta Pelayanan Profesional dan Humanis
- Komisi II DPRD Kepulauan Anambas Tinjau Lahan Hibah untuk Pembangunan Perum Bulog
- Kapolsek, Kanit Intelkam Bengkong dan Nelayan Temukan Remaja Tenggelam di Alur Laut Tanjung Buntung
- Keracunan Makanan, BGN Tutup Dapur MBG Desa Air Asuk
- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
Alasan Penyebaran Covid-19, Tersangka Tipikor BPHTB Tak Ditahan

Keterangan Gambar : Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama. /1st
KORANBATAM.COM - Dikhawatirkan tahanan yang baru masuk membawa virus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19, Yudi Ramdhani, atas kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tidak dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Jumat (19/2/2021).
Ini disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama, usai menggelar sidang Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.
Dikatakan Aditya bahwa tidak adanya penahanan tersebut karena menerima proses tahap dua, yang mana saat ini masih dalam proses penyidikan dan penahanan dilakukan saat pelimpahan tahap dua.
“Kalau bisa jangan dilakukan penahanan karena mereka menerima saat proses tahap dua (penyidikan dan penahanan). Dimana proses penyidikan waktunya panjang,” ujar Aditya kepada awak media, Kamis (18/2/2021).
Dijelaskannya bahwa, ada perpanjangan waktu proses penyidikan. Selain itu, saat ini masih dalam proses pandemi Covid-19 yang mana pihak Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang khawatir tahanan baru masuk, membawa virus ke dalam.
“Yang jelas, kami tim penyidik akan segera melengkapi berkas kemudian melakukan tahap dua agar segera dilakukan proses persidangan terhadap Yudi tidak dilakukan penahanan dan hal tersebut juga sebagai kebijakan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham),” tandasnya.
(cr1)

















































