- Dekranasda Pantau Perkembangan UMKM dan IKM di Tiga Desa
- Kajari Anambas Ajak Insan Pers Kolaborasi Secara Positif
- Tim Wasrik dan Evaluasi Mabes AD Tinjau Pelaksanaan TMMD Kecamatan Siantan Utara
- Kajati Kepri Resmikan Gedung Kejari Anambas Minta Pelayanan Profesional dan Humanis
- Komisi II DPRD Kepulauan Anambas Tinjau Lahan Hibah untuk Pembangunan Perum Bulog
- Kapolsek, Kanit Intelkam Bengkong dan Nelayan Temukan Remaja Tenggelam di Alur Laut Tanjung Buntung
- Keracunan Makanan, BGN Tutup Dapur MBG Desa Air Asuk
- Ayub: Pelabuhan Perikanan Antang Bakal Penambah PAD Anambas
- TMMD TNI Manunggal Mulai Digelar di Desa Mubur
- Pansus LKPJ Fokus Bahas Pendapatan Asli Daerah
Alami Gangguan Sinyal Desa Nyamuk, Kepala Dinas Kominfo Segera Kordinasi dan Turun Kelapangan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kepulauan Anambas, Abdul Kadir saat diwawancarai media.
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kepulauan Anambas, Abdul Kadir akan segera pantau ke lapangan dan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membahas persoalan koneksi jaringan internet di Desa Nyamuk, Kecamatan Siantan Timur, Kepulauan Anambas.
Sebagaimana dikabarkan, dalam seminggu terakhir koneksi jaringan internet 4G di desa tersebut sedang tidak baik atau mengalami gangguan.
"Nanti akan kita telusuri dulu, kita cari gangguan itu terletak di jaringan sinyal atau di kendala listrik" ucap Abdul Kadir
Ia mengaku, selama ini tidak mengetahui persoalan gangguan sinyal di Desa Nyamuk, Namun ia mengatakan akan segera mengambil langkah langkah yang cepat untuk segera persoalan tersebut.
"Kita baru dapat kabar tadi, tapi kita akan segera koordinasi dengan pihak Telkomsel, "terangnya.
Sebelumnya, warga Desa Nyamuk menyampaikan keluhannya terkait buruknya koneksi sinyal internet di desa tersebut. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat yang kini semakin tergantung dengan internet, baik untuk komunikasi, pekerjaan dan interaksi lainnya.
"Sudah hampir satu minggu ini jaringan tidak stabil. Kadang sinyal 4G muncul penuh, tapi saat dipakai sangat lambat. Bahkan sering tidak bisa akses sama sekali, karena Sinyal tiba-tiba hilang begitu saja,” ujarnya, Kamis (28/02/2026) malam.
Dirinya menilai sebagai wilayah kepulauan yang cukup jauh dari pusat kabupaten, tentunya akses internet bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan telah menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.
“saya berharap ada perhatian serius dari dinas terkait agar gangguan jaringan tidak berlarut-larut dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar,” harapnya.(Ferengki).

















































