- Wali Kota Medan dan Dubes Belgia Gagas Kerja Sama Strategis
- Bobby Nasution Targetkan 5.000 Pelaku UMKM Sumut Dapat Sertifikat Halal
- Ekspansi ke Sumatera Utara, DFSK E5 Plus Tawarkan SUV Premium PHEV di Centre Point Mall Medan
- Bupati Tinjau Rencana Pembangunan Kantor Damkar dan BPBD Sibolangit
- Aksi Bersih-bersih Bupati Anambas bersama Ketua PKK di Taman Bermadah
- TNI-Pemkab Bangun Jembatan di Tumpatan Nibung, Sumur Bor di Emplasmen Kualanamu
- Wagub Surya Tawarkan Potensi Investasi Sumut kepada Duta Besar Belgia
- Satu Langkah Satu Kolaborasi, Bobby Nasution Pacu Enam BUMD Sumut Naik Kelas
- Bobby Nasution Pastikan Rumah Korban Puting Beliung di Medan Johor Dibangun Kembali
- UMKM Medan Dikurasi Uniqlo, Airin Waas Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
13 Orang Petugas KPPS di Anambas Masuk Rumah Sakit, Ini Penyebabnya

Keterangan Gambar : Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, KPU Kabupaten Kepulauan Anambas, Gita Jonelva
MELAYUNEWS.COM, ANAMBAS - Karena kelelahan, sebanyak 13 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan suara (KPPS) di Kabupaten Kepulauan Anambas dirujuk ke rumah sakit.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Gita Jonelva mengatakan, penyebab 13 orang anggota KPPS yang sampai masuk rumah sakit itu karena kelelahan, sebagian ada yang memang fisiknya lemah dan ada juga gejala penyakit penyerta yaitu usus buntu.
Gita menerangkan, hari pertama setelah pencoblosan, ada 5 orang anggota KPPS yang masuk rumah sakit. Kemudian hari kedua ada 5 orang dan saat ini ada 3 orang yang dirujuk ke rumah sakit.
"Satu diantara 13 orang petugas KPPS yang dirujuk ke rumah sakit itu mempunyai gejala penyakit usus buntu," ucap Gita saat dikonfirmasi pada Minggu (18/02/2024).
Gita melanjutkan, 13 orang petugas KPPS tersebut sudah sehat dan bisa kembali beraktifitas setelah diinfus dan mendapatkan perawatan dari rumah sakit.
"Sebagian besar mereka itu kelelahan, namun setelah dibawa ke RSUD mereka mendapatkan perawatan, mereka diinfus, dan sekarang mereka sudah sehat dan dapat kembali beraktifitas," sebut Gita.
Selain itu, Gita juga mengungkapkan bahwa, untuk biaya perawatan mereka di rumah sakit, semuanya ditanggung oleh BPJS, dimana BPJS-nya itu ditanggung daerah atau Jamkesda.
"Sebelum mereka bertugas, bagi yang belum punya BPJS, kita sudah daftarkan ke BPJS. Jadi itu BPJS-nya ditanggung daerah (Jamkesda)," pungkas Gita.(Johanda).







































_jpg.jpg)

.jpg)











