- Pemkab Anambas Berencana Gandeng SKK Migas untuk Penuhi Kebutuhan Listrik
- Bupati Anambas Tinjau Proses Bongkar Muat Mesin PLTD PLN Tarempa
- Listrik Sering Padam, Warga Anambas Geruduk Kantor ULP PLN Tarempa
- Polsek Bengkong Serap Curhat Warga Soal Kriminalitas hingga Krisis Air Bersih
- Warga Anambas Banyak Belum Sempat Akses Program Cek Kesehatan Gratis karena Sibuk Kerja
- Peringati Hari Osteoporosis, Bupati Aneng Senam Bersama Tenaga Medis dan Lansia
- Niat Bicara Baik-Baik Soal Gaji, Pria di Bengkong Batam Justru Tega Lukai Rekannya Pakai Sajam
- PWI Gelorakan Semangat Berjejaring Organisasi Pers Global South di Belt and Road Journalists Forum 2026
- Wakil Bupati Anambas Peduli Warga Kurang Mampu dan Pembangunan Tempat Ibadah melalui RB&H Foundation
- Respons Cepat Pantau Kualitas Udara, Pemko Medan Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Pemko Batam Tingkatkan Layanan Persampahan Hingga ke Hinterland
Pengolahan Sampah Terpadu Belakangpadang Direvitalisasi Tahun Ini

Keterangan Gambar : Kadis DLH Batam, Herman Rozie, berbincang dengan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepri, Albert Rheinaldo, serta Camat Belakang Padang, Yudi Admaji, belum lama ini.
KORANBATAM.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus meningkatkan layanan persampahan. Tidak hanya di mainland (pulau utama) Batam, peningkatan layanan juga dilakukan hingga hinterland (pulau penyangga).
Mewujudkan ini, selain melaksanakan kegiatan rutin pelayanan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam aktif melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder, termasuk instansi pemerintah pusat.
Tahun 2021 ini, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang bakal direvitalisasi. Dana revitalisasi didapat dari Kementerian PUPR senilai Rp 3,8 miliar.
“Mudah-mudahan membawa manfaat bagi Kota Batam,” ucap Kepala Dinas (Kadis) DLH Batam, Herman Rozie, Rabu (17/2/2021) pagi.
Ia menyebutkan, revitalisasi TPST ini diikuti harapan untuk mencegah aktivitas buang sampah di laut yang akhirnya membuat laut tercemar. Terlebih jika sampah tersebut sampah sulit urai seperti plastik dan styrofoam.
“Apalagi kita ketahui, Belakangpadang merupakan daerah pariwisata. Pulau ini bersejarah yang sering dikunjungi wistawan mancanegara,” imbuhnya.
Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) sudah menandatangani kontrak. Kini selanjutnya, DLH menyiapkan rencana pemindahan sampah dari lokasi eksisting ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Punggur.
Terkait ini, DLH selanjutnya mengajukan izin membawa alat berat yang akan dibawa ke Belakangpadang ke Kantor Beacukai, untuk diketahui Belakangpadang tidak termasuk dalam Free Trade Zone (FTZ). Sampah dari sana nanti akan dibawa ke Telaga punggur menggunakan moda laut.
“Setelah lokasi sekarang bersih, pengerjaan langsung dilakukan dan perlu waktu hingga tiga sampai empat bulan hingga selesai,” papar dia.
Revitalisasi TPST ini diajukan 2020 lalu, Pemko Batam melalui DLH Batam terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, koordinasi semacam ini juga dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Batam juga pernah dibantu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur senilai Rp 23 miliar.
“Tahun 2020, dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) pariwisata juga kita dibantu alat berat, pickup dan lainnya dengan nilai Rp 7 miliar,” ujarnya mengakhiri.


































.jpg)















